Sahabat Hidup

Ditulis oleh Karya Rucira Dharma Wijaya pada 19 Oct 2023
Sahabat Hidup

Sahabat Hidup

Karya Rucira Dharma Wijaya

Pintu terbuka orang-orang dengan kamera handphonenya siap untuk merekam momen indah kami. sepanjang jalan sahabat atau suara,musik-musik indah terus mengalung di telingaku tentang seiring dengan Irama MC yang penuh semangat. "Hei. hati-hati" ucapnya memegang Pinggangku yang hampir terjatuh akibat kaumku sendiri ya itu adalah gaun putih yang akan menjadi saksi acara indah kami,dulu aku selalu menganggap remeh pengantin yang tidak bisa berjalan dengan benar ,kini aku merasakan semua keluh kesah mereka menggunakan gaun yang bahkan lebih berat daripada menjadi tulang punggung keluarga. Mungkin perumpamaanku memang berlebihan.

 

Tetapi inilah yang kurasakan ,"Tenang saja ada aku di sini cukup Genggam tanganku dan tersenyum kepada mereka". kata-kata yang sungguh menenangkan bukan? wanita manapun akan tersentuh jika mendengarnya, akan tetapi aku tidak. rasanya aku ingin sekali masuk ke dasar bumi ,malu .itu adalah kata yang paling pas untuk menyuarakan hatiku.

 

Dengan rasa malu Yang menghantuiku, akhirnya aku sampai di atas panggung. panggung dengan dekorasi yang kami pilih berdua. sungguh cantik, ternyata perdebatan kecil kami membuahkan hasil. "Mari sejenak kita saksikan video prewedding dari pengantin kita malam ini". Ucap MC Dengan semangatnya yang tidak pernah luntur. tak lama layar terbuka menampilkan video-video Indah, video yang berisi sosok lelaki bercelana putih yang kini tersenyum kepadaku, seolah tercerminkan rasa bangga, senang dan Haru, dari wajah tampannya.

 

Aku jamin jika kalian melihatnya, senyum akan terus bertahan di wajah kalian, sama seperti yang terjadi dengan para tamuku sebagian dari mereka mengangkat HP sekali lagi untuk merekam Memori Indah itu. Jika kalian bertanya apakah memorinya tidak habis?.aku juga tidak tahu ibarat kata cukup mereka dengan memori hp-nya sendiri yang tahu video-video itu mengingatkanku pada hal lain masa-masa muda kami.

 

Flashback on.

"Hahaha gila ya lo Masa cewek cakep itu Lo tolak". Ucapku memukul kecil perutnya, Hahaha,Ya mau gimana lagi? yang namanya hati itu nggak bisa dipaksa". Ucapnya sok ber puitis. Dia adalah Julius Alexander sahabatku dari masa SMA. aku tidak setuju dengan orang yang berkata bahwa cowok dan cewek tidak bisa bersahabat tanpa adanya rasa,Kami adalah bukti sebagian orang yang mampu bersahabat tanpa adanya rasa cinta. "Ga kerasa ya kita Temenan udah lama dari masih zamannya Cinta Monyet sampai sekarang udah kuliah".

 

Ucapnya yang tiba-tiba merubah ranah topik pembicaraan kami, "Iya dari kita yang awalnya sama-sama jomblo, sampai gue yang udah punya pasangan duluan,hahaha" ucapku sambil lari-lari kecil sebelum terkena amukan mesin pemotong rumput yang dihidupkan. Hingga akhirnya pemandangan yang seharusnya tidak aku lihat melenyapkan tawaku.aku diam layaknya Tiang Bendera yang kokoh walau badai menerjang jantungku berdetak kencang membentak minta dibebaskan.

 

Hingga akhirnya suatu suara menarikku ke alam sadarku kembali.

" Hei,lu kenapa?" ucapnya padaku yang heran dengan perubahan sikapku. "I- Itu Rio" ucapku terbata-bata dan diikuti oleh arah pandangannya ke arah yang kutunjuk.

 

Satu Tetes Air Akhirnya bisa menebus pertahananku,membasahi pipiku yang putih dan mulus. "Terus lo mau diem aja gitu? lo terima kalau cowok lo selingkuh dari lo?!". Ucapnya ikut tersulut emosi melihat pemandangan itu,ucapannya kala itu akhirnya menambah keberanianku untuk melabrak orang-orang tak beradab itu.

 

Pintu kubuka dengan berani,ucapkan pelayan yang ingin melayaniku, kuabaikan Bagai angin yang lewat. Fokusku hanya tertuju pada benda bening di atas meja itu, yang langsung kusiramkan kepadanya tanpa basa-basi. Tak putus "kita putus" ucapku tak terbantah Aku berjalan keluar restoran berharap ia akan mengejar dan mohon maaf kepadaku,ternyata aku salah tidak Sedetik pun ia bergerak dari tempat duduknya.akhirnya pertahananku runtuh juga,air mata yang tidak pernah ku keluarkan akhirnya keluar tanpa permisi dan izin dariku.suara hujan dan petir dimana-mana tetapi aku tidak takut aku tetap berusaha menerobos seperti itu,hingga akhirnya.

 

"Lu gila ya?! Lo nggak lihat kalau lagi hujan?! sepatu lo basah karena becek, pakaian lu basah karena hujan Dan lu lebih milih nangisin dia?!" ucapnya menggebu-gebu kesal dengan tingkah konyolku. Ya ,konyol bagi iya yang tidak pernah jatuh cinta. hari berganti hari,bulan berganti bulan,tanpa sadar rasa cinta Tumbuh di antara kami bagai air yang mengalir begitu saja, lebih tepatnya aku yang baru mulai menyukainya. Menyukai sahabatku sendiri yang tidak pernah terlintas sedetikpun dalam benakku.satu hal yang dapat membuat kalian kaget adalah dia yang sudah menyukaiku Sejak pertama kami bertemu. ya dia Juliis Alexander sahabat SMA ku.

 

Flashback off

"Sekali lagi kita ucapkan selamat atas pernikahan Julius Alexander dengan cheryn Alexander". Suara MC akhirnya kembali membuyarkan lamunanku, Sorakan di mana-mana, satu kata yang bisa menggambarkan adalah bahagia. aku melirik Jari tanganku yang terasa sedikit lebih berat dari biasanya. Ternyata sebuah cincin emas telah melingkar indah di tangan mungilku, "I love you", ucapnya tiba-tiba mengejutkanku,ya dia adalah jenis Alexander sahabat yang akhirnya membuatku percaya bahwa persahabatan antara laki-laki dengan perempuan pasti berhubungan dengan cinta.

 

Antara Cinta sebelah pihak atau dalam bahasa gaul kita sebut dengan Friend Zone, atau jika beruntung mereka akan berakhir bahagia seperti kami, kecupan tiba di pipiku, "kalau orang ngomong itu dibales Jangan cuma senyum ngeliatin doang" ucapnya merajuk layaknya anak kecil yang tidak diberi permen. Kata-katanya mampu menggelitik perutku. "malah ketawa, orang serius juga" ucapnya dengan muka kesal yang tak pernah Terlewatkan. "I love you too" ucapku sambil tersenyum,malas memperpanjang masalah. satu kalimat yang akhirnya kembali membuatnya tersenyum indah.

 

Sekilas Penulis:

Rucira adalah siswi SMPS Pelopor. Bersama teman-temannya di 9B, Rucira semangat sekali untuk terus belajar apapun. Beberapa perlombaan pernahia ikuti dan juarai, diantaranya juara 1 LCT Sippa Dhamma Samaja tingkat nasional.

 

 

Bagikan: Thumbnail

Copyright ©2024 SEKOLAH PELOPOR DURI. All Rights Reserved