Titik Temu
Karya Jovanka Malona
Kelas 9B
Jiwa-jiwa yang terkukung
Di bawah atap-atap malam
Bagai manungsa yang asanya andam karam
Detak jarum jam seakan menghantui
Bingung di persimpangan
Setelah dipaksa oleh keadaan
Agar tetap hidup.
Merasa gerah,
Puisi mencelupkan kepala
Ke dalam gelas retak bibirmu,
Yang berisi es batu bolong-bolong
Yang sedang mencair ogah-ogahan
Dan, eueaah….!
Aku tersenyum melihat perubahan
pada kepalanya, rambutnya
tak lagi keriting.

Detik
Karya Estherrina H. O
Kelas 9A
Detik bergerak secepat cicak yang kabur dari rumahku
Akar-akar itu bagaikan perasaan yang menjalar di atas pasir
Selagi aku termenung dengan gelas kopi pahit
Mulut kotormu mengacaukan pikiranku
Aku bagaikan batu yang usang di pinggir pantai ini
Dapatkah aku kembali seperti dulu?
Seperti pasir yang belum kotor dan berwarna?
Hal yang Mustahil
Karya Stevani Syalom
Kelas 8B
Waktu terasa begitu cepat berlalu,
Seperti detik-detik pada jam
Aku termenung di atas pasir pantai yang kotor disertai cicak
Sedangkan dalam hatiku bertanya-tanya; akankah aku dan dia bisa terus bersama?
Ibaratkan akar tua, bisakah aku dan dia bertahan selama itu?
Tetapi aku tersadar itu adalah hal yang mustahil
Karena aku dan dia terjebak dalam perbedaan keinginan.

Hampa
Karya Lestari P. Gultom
Kelas 9B
Jam berputar begitu cepat.
Setiap detik terasa hampa tanpa kehadiran dirimu
Aku termenung di atas pasir pantai yang kotor,
Mengharapkan dirimu kembali ke dalam pelukanku
Bagaikan akar yang mencuat,
Aku juga ingin keluar dari perasaan ini.
Bisakah aku seperti cicak? Yang diam-diam mendapatkan mangsanya?

Irama Gelombang
Karya Georgia Keira
Kelas 9B
Diriku termenung di pasir pantai;
Dengan irama-irama gelombang laut yang indah
Lalu tersadar; dalam hitungan detik,
Bagikan kotoran cicak yang jatuh mengotori dindingku
Akankah akar pohon beringin
Dapat tertimbun dalam hitungan detik;
Seperti kesadaranku terhadapNya?